Pelatihan Keperawatan Jiwa

Pelatihan Keperawatan Jiwa Komunitas Percepatan Jawa Timur Bebas Pasung dan Pelatihan Posbindu bagi Petugas Puskesmas 2018

Senin (8/10) bertempat di Ruang Pertemuan Bakti Husada Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang terselenggara acara pembukaan sebagai tanda dimulainya Pelatihan Keperawatan Jiwa Komunitas Percepatan Jawa Timur Bebas Pasung dan Pelatihan Posbindu bagi Petugas Puskesmas 2018 di Kabupaten Jombang. Seperti yang dilaporkan Indawan S Hadi, SPd,MM Kepala Seksi Pelayanan Diklat UPT Latkesmas Murnajati Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur bahwa kedua pelatihan ini diikuti masing-masing kelas 30 pesertayang merupakan petugas kesehatan di Ponkesdes dan Puskesmas se Kabupaten Jombang. Pelatihan Keperawatan Jiwa Komunitas Percepatan Jawa Timur Bebas Pasung dilaksanakan selama 5 hari dari tanggal 8 Oktober 2018 sampai dengan 12 Oktober 2018 sedangkan Pelatihan Posbindu bagi Petugas Puskesmas 2018 dilaksanakan selama 4 hari dari tanggal 8 Oktober 2018 sampai dengan 11 Oktober 2018. Kedua pelatihan UPT Latkesmas Murnajati Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timurdan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang didanai dari dana cukai tembakau. Dilaporkan juga bahwa kedua Pelatihan Keperawatan Jiwa Komunitas Percepatan Jawa Timur Bebas Pasung dan Pelatihan Posbindu bagi Petugas Puskesmas 2018 dilaksanakan di STIKES ICME Kampus C Jalan Kemuning 57 Candi Mulyo Jombang.

 

Pudji Umbaran, dr.MKP selaku plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang menyambut baik kedua pelatihan ini diselenggarakan di Kabupaten Jombang. Lanjutnya peserta diharapkan memanfaatkan kesempatan baik ini untuk dapat menyerap ilmu-ilmu yang diberikan oleh para Widya Iswara dari Latkesmas Murnajati dan memahaminya sehingga semuanya dapat diaplikasikan dalam memberikan pelayanan kesehatan secara optimal.

Kutut Priyambada, SKM, SH, M.Kn Kepala UPT Latkesmas Murnajati Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timurmenyatakan bahwa kedua pelatihan ini memang didanai oleh cukai tembakau yang pada hakekatnya adalah uang dari masyarakat sehingga setelah selesai pelatihan, peserta dituntut untuk segera mengembalikan dana masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang optimal. Selanjutnya disampaikan pula bahwa model pelatihan Latkesmas Murnajati yangdigeser pelaksanaannya di beberapa Kabupaten Kota di Jawa Timur merupakan pertama kali dilaksanakan. Ada beberapa hal mendasarinya sehingga pelaksanaan pelatihan tidak dilaksanakan di Latkesmas Murnajati maupun Bendul Merisi (ej20181002)