Pos Usaha Kesehatan Kerja Kabupaten Jombang

Di Kabupaten Jombang, jumlah pekerja informal lebih banyak dibandingkan dengan jumlah pekerja formal. Pekerja informal antara lain petani, pedagang pecel, penjahit, pengrajin souvenir, pengrajin batik, pengrajin wajan, pengrajin bambu, pedagang nasi dan mie goreng, pengrajin wig, pekerja perkebunan. Tidak hanya pada pekerja formal, pada pekerja informal juga terdapat risiko bahaya yang mengancam. Faktor risiko tersebut dapat berupa faktor risiko fisika, kimia, biologi, ergonomis, dan psikososial. Faktor risiko tersebut jika tidak dikelola dapat menimbulkan bahaya dan kerugian, misalnya terjadinya kecelakaan akibat kerja, penyakit akibat kerja, dan berkurangnya aset atau harta benda. Sayangnya, tidak semua pekerja informal mendapatkan akses pelayanan kesehatan kerja yang terjangkau, baik dalam hal jarak dan/atau biaya. Untuk itulah, perlu upaya Pemerintah untuk menangani hal tersebut. Salah satu upaya yang tengah dilakukan Pemerintah, baik pusat maupun daerah, adalah dengan memfasilitasi masyarakat untuk membentuk Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK).

Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK) merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat di kelompok pekerja  informal, terutama dalam upaya promotif dan preventif untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan. Prinsip Pos UKK adalah dari, oleh, dan untuk pekerja kelompok informal di masyarakat.  

Untuk membentuk satu Pos UKK diperlukan 10-50 orang pekerja informal dengan pekerjaan yang sama; ada kebutuhan, keinginan dan kesiapan kelompok pekerja untuk membentuk Pos UKK; ada kesediaan pekerja menjadi kader Pos UKK; dan ada tempat yang memadai untuk dijadikan Pos UKK yang dilengkapi dengan papan nama Pos UKK untuk melakukan kegiatan. Tugas pokok dan fungsi Pos UKK adalah :

  • Melakukan pengenalan masalah kesehatan di tempat kerja dan sumber daya yang ada.
  • Menyusun rencana pemecahan masalah kesehatan di tempat kerja.
  • Melaksanakan kegiatan upaya kesehatan termasuk perilaku hidup bersih, sehat dan  selamat  di tempat kerja. 
  • Menjalin kemitraan dengan berbagai pihak dalam upaya kesehatan di tempat kerja.
  • Melakukan pelayanan kesehatan kerja dasar.
  • Melaksanakan kewaspadaan dini terhadap berbagai risiko dan masalah kesehatan pekerja
  • Melaksanakan rujukan ke Puskesmas
  • Melaksanakan pencatatan dan pelaporan

Di Kabupaten Jombang, pada tahun 2017 terdapat 10 Pos UKK yang tersebar di 6 wilayah kerja Puskesmas, yaitu di Puskesmas Bandar Kedungmulyo (1), Puskesmas Cukir (1), Puskesmas Bareng (1), Puskesmas Gambiran (1), Puskesmas Dukuhklopo (1), dan Puskesmas Kabuh (5). Pada akhir tahun 2018, jumlah Pos UKK di Kabupaten Jombang bertambah hingga mencapai 65 Pos yang tersebar di semua wilayah kerja Puskesmas se-Kabupaten Jombang. Pos UKK terbanyak terdapat di wilayah kerja Puskesmas Kabuh, yaitu 6 Pos UKK. Puskesmas lainnya setidaknya minimal mempunyai 1 Pos UKK. Peningkatan jumlah Pos UKK ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur yang menargetkan setiap Puskesmas minimal mempunyai 1 Pos UKK.

Pos UKK di Kabupaten Jombang antara lain kelompok pekerja kerajinan tenun ATBM, pedagang nasi dan mie goreng, pengrajin bambu, pengrajin souvenir dari bahan fiber galvalum, usaha roti dan jajanan rumahan, pengrajin wig, pedagang pasar, penjahit tas/dompet/sepatu, petani, pedagang pentol (bakso), pengrajin wajan, pekerja tempat wisata, peternak sapi, pekerja usaha kelapa, pekerja usaha nasi ampok, pekerja usaha suttle cock, dan pengrajin manik-manik.

Jumlah Pos UKK di Kabupaten Jombang Tahun 2018

No Puskesmas Jumlah   No Puskesmas Jumlah
1 Bandar Kedung Mulyo 2   18 Jarak Kulon 2
2 Perak 1   19 Peterongan 2
3 Blimbing Gudo 2   20 Dukuh Klopo 2
4 Plumbon Gambang 2   21 Jelakombo 3
5 Cukir 2   22 Jabon 1
6 Brambang 1   23 Tambakrejo 2
7 Pulorejo 1   24 Pulo Lor 2
8 Kesamben Ngoro 3   25 Megaluh 2
9 Mojowarno 1   26 Tembelang 1
10 Japanan 2   27 Jatiwates 1
11 Bareng 2   28 Kesamben 1
12 Wonosalam 2   29 Blimbing Kesamben 2
13 Mojoagung 3   30 Tapen 3
14 Gambiran 2   31 Keboan 1
15 Sumobito 1   32 Ploso 1
16 Jogoloyo 2   33 Kabuh 6
17 Mayangan 2   34 Plandaan 2

Pos UKK merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap derajat kesehatan pekerja informal yang diamanatkan dalam Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan terutama pada Bab XII Pasal 164-166 bahwa pemerintah memberikan dorongan dan bantuan untuk perlindungan pekerja, baik pekerja formal maupun pekerja informal agar dapat hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan. Tujuan dibentuknya Pos UKK adalah untuk :

  • Meningkatkan pengetahuan pekerja tentang kesehatan kerja
  • Meningkatkan kemauan dan kemampuan pekerja menolong diri sendiri
  • Meningkatkan akses pelayanan kesehatan kerja pada pekerja
  • Meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan pekerja terhadap risiko dan bahaya akibat kerja
  • Meningkatkan peran aktif masyarakat, kelompok masyarakat dalam bidang kesehatan kerja

Untuk mencapai tujuan tersebut, beberapa kegiatan yang dilakukan di Pos UKK antara lain :

1. Kegiatan peningkatan kemampuan dan pengetahuan pekerja melalui:

  • Penyuluhan dan pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), misalnya cuci tangan sebelum dan sesudah bekerja, mengganti pakaian sehabis bekerja.   
  • Konsultasi kesehatan kerja (misalnya gizi, APD, berhenti merokok, olah raga, dan lain-lain)
  • Sarasehan untuk melakukan perubahan menuju norma sehat dalam bekerja
  • Pencatatan dan pelaporan.

2. Kegiatan pencegahan dan perlindungan khusus:

  • Pengenalan bahaya di tempat kerja
  • Penyediaan contoh dan kepatuhan penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)
  • Mendorong upaya perbaikan lingkungan kerja seperti perbaikan aliran udara, pengolahan limbah cair dan perbaikan ergonomi (kesesuaian alat dengan manusia)
  • Membantu petugas kesehatandalam melaksanakan pemeriksaaan kesehatan awal dan berkala (oleh petugas kesehatan)

3. Kegiatan pengobatan:

  • Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dan Pertolongan Pertama Pada Penyakit (P3P).
  • Melakukan Pencatatan dan pelaporan
  • Khusus pada pekerja wanita dalam memberikan pelayanan kesehatan kerja perlu dikaitkan dengan kesehatan reproduksi, pemanfaatan ASI dan penggunaan kontrasepsi, Keluarga Berencana.

4. Kegiatan lain yang dibutuhkan masyarakat

Yang dapat memanfaatkan Pos UKK adalah setiap pekerja yang menjadi anggota dan semua anggota keluarga pekerja dan masyarakat umum yang memerlukan pelayanan kesehatan dasar atau P3K. Sedangkan pembiayaan Pos UKK dapat berasal dari dana sehat pekerja (iuran pekerja), jasa pelayanan kesehatan masyarakat umum, sumbangan yang bersifat tidak mengikat (donatur), dan dana stimulan dari pemerintah.

Pelayanan kesehatan di Pos UKK dilakukan oleh kader Pos UKK yang terlatih dan diawasi oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas di wilayahnya. Pembinaan Pos UKK dapat dilakukan oleh :

  • Pembinaan kesehatan dilakukan oleh petugas puskesmas/petugas kesehatan yang terlatih
  • Pembinaan kelembagaan dilakukan oleh perangkat desa/kelurahan
  • Pembinaan teknis dilakukan oleh lintas sektor terkait (PPL, LSM, swasta, dan lain-lain)

Kontributor : amin, elvira, aziqin