Prosedur Tetap Fogging Mandiri

Tahapan kegiatan fogging mandiri adalah sebagai berikut :
1. Desa yang akan melaksanakan fogging harus berkoordinasi dengan Camat dan Kepala Puskesmas setempat,
   yang dibuktikan dengan adanya surat pemberitahuan fogging mandiri.
2. Selanjutnya pemerintahan Desa bisa bekerja sama dengan Puskesmas mengadakan siaran keliling/ledang
   di wilayah yang akan diadakan fogging.
3. Isi atau pesan dari siaran keliling adalah mengenai penyakit DBD dan cara pencegahannya serta hal-hal yang
   harus dilakukan oleh masyarakat sebelum pelaksanaan, pelaksanaan dan setelah pelaksanaan fogging.
4. Minimal 1 (satu) hari sebelum dilaksanakan fogging, desa atau wilayah yang akan di fogging
   harus dilakukan kegiatan PSN
5. Kemudian diadakan pelaksanaan fogging mandiri, pada waktu pelaksanaan dimohon juga perangkat desa
   untuk mendampingi petugas.
6. Kegiatan fogging mandiri harus mendapat pengawasan dari Camat  dan  Kepala  Puskesmas.
7. Segera setelah pelaksanaan fogging mandiri, desa dimohon melaporkan kegiatannya ke Puskesmas dan
   Dinas Kesehatan.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENGASAPAN/FOGGING FOKUS DAN MANDIRI

I. SYARAT DILAKUKAN PENGASAPAN
   Apabila ada penderita DBD dan disertai :
   a. Ada penderita DBD lain di lokasi penderita (20 rumah sekitar penderita) atau
   b. Ada penderita panas tanpa sebab jelas sebanyak >= 3 orang dan ada jentik

II.PERSIAPAN SEBELUM PENGASAPAN
    1. Satu hari sebelum pelaksanaan fogging diharapkan ada kegiatan PSN dan penyuluhan keliling/ledang
        di wilayah yang akan difogging.
    2. Pada hari pelaksanaan sebelum fogging dilaksanakan, hendaknya semua tempat penampungan air
        dikosongkan.
    3. Tenaga fogging adalah tenaga terlatih dan memakai APD saat pelaksanaan fogging dan ada
        Surat Perintah Kerja/Surat Tugas dari Kepala Puskesmas setempat.
    4. Mesin yang dipakai berstandar SNI atau WHO.
    5. Insektisida yang digunakan terdaftar di Kemenkes atau Kementerian Pertanian.
    6. Buat larutan insektisida sesuai dengan dosis atau takaran yang benar.
    7. Koordinasi dengan pihak desa/Kepala Desa agar warga juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan fogging
       dengan menunjuk salah satu pamong/perangkat atau warga sebagai pendamping petugas fogging.
    8. Pendamping tersebut mempunyai tugas memastikan bahwa rumah yang akan difogging :
       a. Semua makanan dan minuman harus disimpan di tempat yang tertutup rapat (misal : almari dll)
       b. Kompor dan lampu (berbahan bakar minyak) yang menyala harus dimatikan.
       c. Bahan yang mudah terbakar (premium dan lain-lain) hendaknya diamankan.
       d. Binatang piaraan seperti : burung, ayam, kucing, anjing hendaknya dikeluarkan dari rumah.
           Untuk ikan/aquarium bisa ditutup rapat.
       e. Mainan anak-anak hendaknya disimpan di tempat yang aman dari percikan/semprotan pengasapan.
       f. Kasur, bantal, sprei hendaknya dilipat.
       g. Piring, gelas, sendok dll. hendaknya ditutup dengan koran atau penutup lain.
       h. Semua jendela ditutup, sedangkan pintu dibuka.

III.SELAMA PENGASAPAN / FOGGING
    1. Semua penghuni hendaknya di luar rumah.
    2. Semua penghuni tidak diperkenankan mengikuti petugas pengasap atau keluar masuk rumah.
    3. Operasional pengasapan/fogging :
       a. Sasaran fogging; rumah/bangunan dan halaman/ perkarangan sekitarnya
       b. Waktu operasional; pagi hari atau sore (Ae Aegypti) dan malam hari (Anopheles atau culex)
       c. Kecepatan gerak fogging; seperti orang berjalan biasa (2-3 km /jam)
       d. Temperatur/suhu udara ideal; 18°C, Maksimal 28°C
       e. Fogging di dalam rumah; dimulai dari ruangan yang paling belakang, jendela dan pintu ditutup
           kecuali pintu depan untuk keluar masuk petugas.
       f. Untuk rumah dua lantai atau lebih, fogging dimulai dari lantai atas.
       g. Fogging diluar rumah; tabung pengasap harus searah dengan arah angin, dan petugas berjalan mundur

IV. SELESAI PENGASAPAN / FOGGING
    1. Menutup pintu depan setelah selesai pengasapan (bila petugas pengasapan belum sempat menutup).
    2. Menunggu sampai +/- 1 jam setelah penyemprotan selesai atau asap fogging sudah habis,
        penghuni rumah diperbolehkan masuk rumah.
    3. Menyapu/membersihkan lantai terutama apabila ada binatang kecil/serangga yang mati agar dikubur
        di tanah atau dibuang di tempat sampah yang aman dari jangkauan binatang piaraan.
    4. Membersihkan/mengepel lantai dan kotoran bekas penyemprotan agar penghuni rumah terhindar
        dari keracunan.
    5. Bila ada makanan/minuman, air minum yang terkena semprot harus dibuang di tempat yang aman
        dari jangkauan binatang piaraan.
    6. Air di kamar mandi bila terkena obat semprot hendaknya dibuang/dikuras.