Orientasi Pendampingan Poskestren Di Edotel SMKN I Jombang Kabupaten Jombang Tahun 2021

Tujuan pembangunan kesehatan telah tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Tujuan tersebut yakni untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. Pembangunan kesehatan tersebut merupakan upaya seluruh potensi bangsa Indonesia, baik masyarakat, swasta maupun pemerintah. Pembangunan tersebut semakin penting mengingat kesehatan adalah hak asasi manusia sekaligus investasi untuk keberhasilan pembangunan kesehatan.
Berdasarkan data Kantor Dinas Kesehatan Jombang  tahun 2020, Kabupaten Jombang memiliki 106 pondok pesantren. Melihat potensi pesantren yang besar tersebut, intervensi peningkatan kesahatan di pesantren perlu mendapat perhatian serius, karena memiliki daya ungkit yang besar terhadap keberhasilan pembangunan kesehatan khususnya di Kabupaten Jombang. Selanjutnya dapat menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas sebagai aset pembangunan nasioanl.
Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) atau yang lebih dikenal dengan program SAJADAH (Santri Jatim Sehat dan Berkah) merupakan wujud partisipasi masyarakat pondok pesantren di bidang kesehatan. Poskestren termasuk dalam upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM). Poskestren memiliki prinsip dari, oleh dan untuk warga pondok pesantren, yang mengutamakan pelayanan promotif (peningkatan) dan preventif (pencegahan) tanpa mengabaikan kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan), dengan binaan Puskesmas setempat.
Di Kabupaten Jombang sudah terbentuk 34 Poskestren dan telah mendapatkan pembinaan dengan hasil pengukuran strata yakni 6 strata Pratama, 11 strata Madya, 15 Strata Purnama dan 2 starta Mandiri. Poskestren bertujuan untuk mewujudkan Pondok Pesantren Sehat melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan sasaran individu baik santri, pengasuh pondok pesantren, pimpinan pondok pesantren, pengunjung dan masyarakat sekitar pondok pesantren di bawah binaan dari Puskesmas setempat.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas poskestren di Ponpes dengan pendampingan Poskestren. Kegiatan Pondampingan Posketren melibatkan Organisasi Masyarakat Keagamaan sebagai mitra yang akan melakukan pemantauan dan pembinaan secara rutin kepada pondok pesantren. Selain pembinaan untuk meningkatkan kualitas poskestren dilakukan juga upaya pencegahan penularan Covid 19 yakni penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan penerapan Protokol Kesehatan di Pondok Pesantren.
Untuk memberikan pemahaman tentang pelaksanaan pendampingan poskestren, perlu dilakukan Orientasi Pendampingan Poskestren sebagai pembekalan awal bagi para pendamping dan santri husada sehingga kegiatan pendampingan poskestren dapat dilakukan dengan optimal. Kabupaten Jombang termasuk salah satu pelaksana dalam program Bantuan Keuangan Khusus Bidang Kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2021, maka dinas kesehatan dalam hal ini seksi Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat mengadakan Pertemuan Orientasi Pendampingan Poskestren, pada tanggal 16 dan 17 Juni 2021 selama 2 hari, yang diadakan di Edotel hotel SMKN I Jombang yang dimulai jam 08,30 WIB, yang melibatkan Lintas Program dan Lintas Program sebagai narasumber, dengan sasaran peserta 50 orang, terdiri dari Organisasi Masyarakat sejumlah 20 orang, Santri Husada sejumlah 20 orang, dan 10 Petugas Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat. Pondok Pesantren yang didampingi 10 Pondok yakni 1) Pondok Pesantren Al Madina dari BLUD Puskesmas Brambang, 2) Pondok Pesantren Nurul Qur’an dari BLUD Puskesmas Mayangan, 3) Pondok Pesantren Walisongo dari BLUD Puskesmas Cukir, 4) Pondok Pesantren Al Munawwir dari BLUD Puskesmas Gambiran, 5) Pondok Pesantren Al Hikmah dari BLUD Puskesmas Mojowarno, 6) Pondok Pesantren At Tahdzib dari BLUD Puskesmas Pulorejo, 7) Pondok Pesantren Roudhotul Ulum dari BLUD Puskesmas Japanan, 8) Pondok Pesantren Darussalam dari BLUD Puskesmas Jabon, 9) Pondok Pesantren Al mubarok dari BLUD Puskesmas Sumobito, 10) Pondok Pesantren Sunan Ampel dari BLUD Puskesmas Jelak Ombo.


Adapun tujuan pertemuan secara umum untuk meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Poskestren, secara khusus harapannya Pendamping dan santri mampu memahami kebijakan penyelenggaraan Poskestren, melakukan survey Mawas Diri (SMD) bagi Masyarakat Pondok Pesantren, memahami Musyawarah Masyarakat Pondok Pesantren (MMPP) sebagai bahan perencanaan dan melakukan pembinaan penyelenggaraan Poskestren. Adapun penerima manfaat dari pertemuan adalah Pengelola Promosi Kesehatan Kabupaten dan Puskesmas, lintas program dinas kesehatan (Surveilent Epidemiologi dan Imunisasi (SE), Pencegahan Penyakit Menular (P2M), Kesling dan Kesjaor), dan lintas sector khususnya dari Kemenag Kabupaten Jombang, Puskesmas dan pengelola Poskestren di Pondok Pesantren. Materi disampaikan oleh beberapa 7 narasumber, dihari pertama 4 narasumber dan hari kedua 3 narasumber, Strategi pencapaian dengan metodologi ceramah, Tanya jawab, diskusi,
Pembukaan acara dilakukan oleh pimpinan yaitu kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) yang diwakilkan Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat yang sekaligus sebagai ketua penyelenggara melaporkan kegiatan Orientasi Pendampingan Poskestren lanjut penyampaian pesan dari Kepala Bidang Kesmas dan membuka acara. Kemudian paparan oleh nara sumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dari  Seksi Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat sdi Ida Maqfiroh dengan tema “ Kebijakan dan Konsep Poskestren di masa Pandemi Covid 19”. Berikutnya materi dari lintas program diawali dari seksi kesehatan Lingkungan oleh kepala seksi Elvira Yuniarti,ST., M.Kes, tema “Kesehatan Lingkungan di Pondok Pesantren”, di susul materi 3 dari P2M Novi Kusrini,S.Kep.Ners dengan tema “Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit menular di Pondok Pesantren”, terakhir penjelasan tentang Covid 19 oleh kepala seksi Survim, Puguh Saneko,MKes dengan judul materi “ Pencegahan dan deteksi Dini Covid 19 di Pondok Pesantren” .
Pada hari kedua ada 3 narasumber diawali oleh dari Kementrian Agama Arif Hidayat,Sag.,MPDi. Dengan judul materi “ Peran Kemenag dalam Perkembangan Poskestren di Kabupaten Jombang”. materi berikutnya penjelasan tentang Survei Mawas Diri (SMD) oleh  Sulistiyani.,MKes dan Musyawarah Masyarakat Pondok Pesantren (MMPP) oleh Rahayu Wijayanti,MKes. Selama pertemuan peserta santri husada sangat aktif dan antusias karena tindak lanjut pertemuan akan di pantau terus menerus baik secara langsung atau lewat pencatatan dan pelaporan sesuai dengan kesepakatan penulisan tindak lanjut peserta.
Demikian kegiatan Orientasi Pendampingan Poskestren di Kabupaten Jombang, selama dua (2) hari, yang sudah dilaksanakan oleh tim dari seksi Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat, kedepan yang sudah ada Poskestren dengan adanya pendampingan akan lebih berkwalitas yang belum ada Poskestren setelah pulang langsung laporan ke pengelola agar bisa segera dibentuk Poskestren sehingga ada pembinaan oleh Puskesmas dan pemantauan kesehatan santri bisa lebih baik, kesehatan terjaga, santri akan dapat mengikuti acara pondok dengan sepenuh hati, dan yang jelas dapat segera mewujudkan Visi & Misi bupati Jombang “Masyarakat Jombang yang Berkarakter dan Berdaya saing”.  Aamiin,,, YRA.